Pemerintah Turunkan Harga BBM, Gas dan Listrik dalam Paket Kebijakan Ekonomi Tahap III

pemerintahRIbobnews – Setelah meluncurkan Paket Kebijakan Ekonomi Tahap I dan II pada Bulan September lalu, pemerintah meluncurkan Paket Kebijakan Ekonomi Tahap III pada Rabu (7/10). Dalam paket kebijakan ini, salah satunya pemerintah mengumumkan penurunan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM), gas serta tarif listrik untuk industri.

Harga eceran untuk BBM jenis solar bersubsidi, misalnya, turun Rp200 per liter, menjadi Rp6.700 per liter. Namun demikian, harga Premium tetap dipatok sebesar Rp7.400 per liter untuk wilayah Jawa, Sumatera dan Bali. Sementara, di luar ketiga wilayah tersebut, harga premium ditetapkan sebesar Rp7.300 per liter.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, harga-harga tersebut berlaku untuk periode Oktober hingga Desember 2015. “Harga-harga ini berlaku mulai Oktober sampai Desember,” katanya dalam keterangan pers di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (7/10) petang.

Untuk sektor industri, harga gas untuk pabrik dan lapangan gas baru ditetapkan sesuai dengan kemampuan daya beli industri pupuk, yakni 7 dolar AS per million British thermal unit (mmbtu). Sementara itu, harga gas untuk industri lainnya, seperti petrokimia dan sebagainya, akan diturunkan sesuai dengan kemampuan masing-masing industri.

Berbeda dengan harga BBM, penurunan harga gas ini akan mulai berlaku pada 1 Januari 2016 mendatang. “Karena masih harus diubah aturan mengenai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)-nya,” jelasnya. Ia meyakini, penurunan harga gas ini tidak akan mempengaruhi penerimaan dari bagian perusahaan gas kontrak karya. “Ini yang dikorbankan, dikurangi, adalah PNBP-nya dan biaya distribusinya,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah juga akan menurunkan tarif listrik untuk pelanggan industri menengah (I3) dan industri besar (I4). Penurunan tarifnya sendiri berkisar antara Rp12 hingga Rp13 per kWh, mengikuti dinamika harga minyak. Di samping itu, pemerintah juga akan memberikan diskon tarif hingga 30 persen untuk pemakaian listrik mulai tengah malam pukul 23:00 hingga pagi hari pukul 08:00, pada saat beban sistem ketenagalistrikan rendah.

Khusus untuk industri padat karya dan yang berdaya saing lemah, pemerintah juga akan memberikan penundaan pembayaran tagihan rekening listrik hingga 40 persen. Dengan demikian, industri-industri ini diperbolehkan untuk membayar 60 persen dari tagihan terlebih dahulu, sementara 40 persen sisanya boleh dicicil pada bulan ke-13.(nv)

 

Sumber: rilis berita Kementerian Keuangan Republik Indonesia

http://www.kemenkeu.go.id

*Disadur tanpa penyuntingan

(edd)

Ubah Krisis Jadi Bisnis! Buka Akun Demo|Spread “0”|Market Order|Copy Trade|Autochartist|Klik demo account Info: 082221030790 #krisis‎

Lihat Disclaimer

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s